Tinta ini digunakan khusus untuk sablon diatas kain gelap. Sebab tinta ini bersifat pekat, dapat menutup permukaan warna kain dengan baik. Tinta rubber umumnya digunakan untuk underbase, underbase sendiri difungsingkan sebagai penutup warna kain sebelum penyablonan warna-warna diatasnya.
Tinta rubber sendiri dibagi menjadi dua jenis untuk dua fungsi kegunaan. Jenis pertama adalah tinta rubber white yang digunakan untuk underbase/dasar, bisa juga digunakan untuk mendapatkan warna-warna pastel/muda. Jenis kedua adalah rubber color yang digunakan untuk pencampuran warna-warna tua.
Untuk mendapatkan warna putih yang bersih dan cemerlang, campurkan tinta rubber white dengan sedikit pigmen/pewarna berwarna nila atau ungu. jenis sablon yg paling sering digunakan. Bisa untuk kaos berwarna gelap maupun terang karena sifatnya yang menumpang dan menutupi rajutan kain sepenuhnya. Biasa juga di sebut sablon karet(GL). Kelebihan jenis sablon ini adalah sangat awet, bisa disetrika.
Sablon Rubber (sering disebut juga sablon GL) adalah jenis sablon berbasis air (water-based) yang paling populer dan paling banyak digunakan di Indonesia. Disebut "rubber" karena hasil akhirnya memiliki karakteristik yang elastis seperti karet.
Berbeda dengan pigment yang menyerap total ke kain, sablon rubber melapisi permukaan kain namun dengan formula yang jauh lebih fleksibel daripada plastisol.
Elastisitas Tinggi: Keunggulan utamanya adalah sifatnya yang melar. Jika kain ditarik, sablon akan ikut merenggang dan kembali ke bentuk semula tanpa mudah pecah (selama tintanya berkualitas).
Tekstur yang Terasa: Saat diraba, ada lapisan tipis yang terasa di atas kain, namun tidak setebal atau sekaku plastisol.
Daya Tutup (Covering) yang Baik: Tidak seperti pigment yang hanya untuk kain terang, sablon rubber memiliki daya tutup yang kuat sehingga warnanya tetap terlihat cerah meskipun dicetak di atas kain gelap atau hitam.
Finishing Doff/Matte: Secara alami, hasil rubber cenderung tidak mengkilap. Ia terlihat padat dan menyatu secara visual dengan karakter kain.
| Kelebihan | Kekurangan |
|---|---|
| Harga Ekonomis: Lebih murah dibanding plastisol atau HD, tapi kualitas tetap oke. | Bisa Retak: Jika kualitas tinta rendah atau terlalu tebal, seiring waktu bisa timbul retakan halus (cracking). |
| Bisa Disetrika: Jauh lebih tahan panas dibandingkan plastisol (meski tetap disarankan disetrika dari dalam). | Warna Memudar: Setelah puluhan kali cuci, warna biasanya sedikit menurun ketajamannya dibanding plastisol. |
| Mudah Diperbaiki: Karena berbasis air, sisa tinta mudah dibersihkan dari alat selama belum kering. | Pori-pori Tertutup: Jika desainnya berupa blok besar, area tersebut akan terasa sedikit gerah karena udara tidak tembus. |
klik gambar dibawah ini untuk zoom